Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2016

Tentang Damai dan Tidak Damai

Tanpa terasa tahun ini sudah berjalan sebelas bulan, dan sebulan lagi tahun baru datang. Kami sedang mempersiapkan liburan akhir tahun, lalu berbincang tentang banyak hal, termasuk resolusi tahun baru saya yang lalu, menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga.
Saya merasa sejak saya menikah, banyak prioritas yang bergeser. Kuliah di luar negeri, mengejar karir formal di kantor, sudah lama saya coret dari daftar prioritas teratas. Terutama karir, bukan terutama karena saya ingin mengabdi menjadi istri yang baik, tapi lebih karena saya merasa karir di kantor yang sekarang bukan hal yang benar-benar ingin saya kehar dalam hidup, dan karenanya tidak layak menyita begitu banyak waktu saya. Mungkin nanti saya akan menemukan karir yang saya sukai dan ingin saya kejar, tapi untuk saat ini, saya merasa cukup dengan pekerjaan yang sekarang, yang walaupun tidak menyalakan lentera jiwa di hati, tapi mampu memberikan saya penghidupan dan cukup banyak waktu luang bersama keluarga. Dan untuk s…

Sekandung, Satu Sok Satu Badung

Dua anak saya punya karakter yang sangat berbeda. 
Mbak Rocker, si sulung, mempunyai karakter tipikal seorang kakak: sok menggurui dan suka mengatur adiknya. Ditambah lagi dengan tipenya yang selalu banyak ide dan banyak mau, kecenderungannya suka kerapian dan melakukan segala sesuatu dengan caranya, lengkap sudah.
Kalimat tipikal Mbak Rocker:
"Adek, kan sudah kakak beritahu, kenapa adek nggak nurut?"
"Adek, kalau nggak mau ikut aturan kakak nggak usah main."
"Bukan begitu, ikuti kakak. Kakak sudah punya ide sendiri."
"Adek nurut aja deh, kakak itu tahu segalanya."
"Aku pasti bisa, aku kan kakak."
Sementara Racun Api, benar-benar tahu posisinya sebagai adik laki-laki: bandel, tidak mau diatur, seenaknya sendiri, dan hobi sekali menggoda kakaknya.
Kalimat tipikal si Racun Api:
"Adek nggak tau."
"Adek nggak mau."
"Terserah kakak aja."
"Adek capek."
"Kakaaaak, lihat ini... aku sobekin lukisanm…