Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2016

Anak Kedua, Bebas Sebebasnya(?)

Setelah tertawa ngakak se-ngakak-ngakaknya, saya bisa seratus persen memaklumi daftar perbandingan di atas.
Sejujurnya, karena si Racun Api lahir dengan jarak tidak terlalu jauh dari Mbak Rocker, saya memang sedikit kewalahan mengasuh dan merawat dua anak (walau dengan bantuan Cus). Mungkin untuk kasus si adik, jatuhnya sebagian besar acara memandikan, mengganti dan mencuci clodi yang dulu seluruhnya saya lakukan sendiri, sekarang saya bagi dua dengan cus. Mbak Rocker juga sedang memasuki usia demanding sehingga saya berusaha lebih banyak menghabiskan waktu, energi dan pikiran saya untuknya. Saya tidak ingin dia merasa tersisihkan.

Akibatnya, yah, mungkin benar saya kurang total dalam merawat si Racun Api. Banyak hal yang dulu saya lakukan ketika Mbak Rocker bayi yang sekarang saya lewatkan, begitu juga sebaliknya banyak hal yang dulu tidak saya lakukan alias dipantang, sekarang ini ajdi bebas untuk dilakukan. Hahaha, nasib anak kedua.

Tetapi apakah semua itu semata-mata karena habis…

Margin

Beberapa waktu yang lalu, berdasarkan beberapa reviu yang saya baca di sana sini, saya membaca buku ini. Intinya tentang margin. Apakah margin itu? Intinya, margin, baik dalam hal finansial, energi, maupun emosi, adalah 'ruang kosong' atau selisih antara kapasitas maksimal kita dengan kapasitas yang kita gunakan saat ini.
Laksana koper, margin adalah ruang kosong di dalam koper yang sengaja kita sisakan untuk membawa oleh-oleh tambahan saat pulang liburan nanti. Margin adalah ruang kosong di gudang yang kita sisakan untuk menyimpan barang bekas. Margin adalah energi yang kita sisakan agar seandainya ada pekerjaan di akhir hari, kita masih sanggup. Margin adalah uang yang kita sisihkan untuk berjaga-jaga seandainya tiba-tiba kita harus ke dokter di tanggal tua.