Skip to main content

Cinta Ibu

Walaupun mungkin saya seorang serial dater (oh halo, Taylor Swift) namun saya jujur saja belum pernah mengalami mencintai apalagi memacari dua orang secara bersamaan. Tentu dengan catatan cinta saya kepada George Clooney, Jason Statham dan Dewa Budjana dikecualikan ya. Bahkan saya sangat tidak percaya bahwa seseorang bisa mencintai lebih dari satu orang di saat yang sama (itulah alasan saya tidak menyetujui poligami dan membenci perselingkuhan). Bagi saya ketika kita membuka hati untuk ketertarikan kepada orang lain selain pasangan, saat itu juga cinta kepada pasangan sebenarnya sudah pudar.

Dengan pola pikir yang sama itulah, saya sempat tidak ingin memiliki anak kedua. Saya takut tidak bisa mencintai anak kedua sebesar cinta saya kepada anak pertama, dan sebaliknya saya juga takut cinta saya kepada anak kedua akan mengalahkan dan memudarkan cinta saya kepada anak pertama. Bahkan sekalipun saya nantinya mencintai keduanya, saya kuatir cinta saya tidak cukup untuk mereka berdua.


Namun ternyata, saya menemukan sebuah keajaiban dunia yang bernama cinta kasih sayang ibu. Cinta yang sungguh ajaib, karena ketika saya menjadi ibu dari dua orang anak, saya mencintai anak kedua saya sebesar yang pertama, dan bahwa cinta saya kepada anak pertama tidak berkurang sama sekali, dan energi cinta itu entah dari mana datangnya.

Klise ya? Tetapi saya sungguh baru merasakannya sehingga merasa ini sangat ajaib.

(Bukan, tulisan ini tidak bermaksud sebagai penyombongan bahwa saya ibu yang baik dan penuh cinta, kok. Saya sungguh baru tahu ternyata hati saya bisa dibagi dua dan jumlahnya tetap sama. Alangkah ganjilnya cinta).

Comments

Popular posts from this blog

bagian tersulit adalah berputar haluan

Saat pertama kali belajar menyetir, salah satu yang membuat saya takut adalah saat saya harus putar balik di jalan yang cukup ramai. Mengapa menakutkan? Karena saya mudah panik, butuh keberanian untuk membelokkan mobil dengan sedikit menghambat kendaraan-kendaraan lain di belakang yang terus mengklakson, dan kadang harus memotong arus jalan pengendara lain yang berlawanan arah dengan saya, yang memelototi saya dengan kesal karena merasa perjalanannya terganggu. Proses memotong jalan itu sangat tidak nyaman untuk saya ketika itu, sebab apabila panik, seringkali saya buru-buru melepas kopling tanpa diimbangi gas yang hasilnya mesin mati, atau kurang tepat mengukur seberapa banyak saya harus memutar setir, yang akhirnya membuat mobil saya mentok di trotoar, lalu saya harus memundurkannya dan membelokkannya kembali. Merepotkan.

Karena itu, saya sering memilih untuk nggak putar balik di tempat ramai itu dan jalan terus, lalu nanti belok kanan di perempatan, lalu belok kanan lagi di peremp…

Merdeka!

Tujuhbelasan ini anak-anak saya yang sudah mengerti sedikit bahwa tiap tujuhbelasan ada berbagai perayaan, ikut meramaikan hari ulangtahun kemerdekaan dengan segenap keriaan. Mulai dari ikutan berbagai rangkaian acara di sekolah dampai berpartisipasi di acara tujuhbelasan di RT kami yang setiap tahunnya meriah. Kalau tahun-tahun sebelumnya anak-anak saya cuma bisa menonton, di tahun ini mereka sudah ikut berbagai macam lomba. Lomba lari kelereng, memasukkan jarum ke dalam botol, makan kerupuk, balap karung dan aneka lomba khas hari kemerdekaan lainnya, semuanya mereka ikuti.

Nggak tanggung-tanggung, pulang dari gelanggang tujuhbelasan, anak-anak saya membawa hadiah banyak sekali. Sampai di rumah mereka masih dengan keringat berleleran seperti habis membajak sawah, bercerita dengan bangganya betapa mereka menang ini itu. Di sana juga mereka makan, karena memang disediakan makanan prasmanan seperti sedang hajatan, lengkap dengan aneka jajanan ringan dan minuman sirup aneka rasa.

Meliha…

Catatan Ulang Tahun

Hey orang tua, jangan umbar kata. Ingatlah bahwa kau juga penuh muda, pernah lucu pernah lugu dan tak bijaksana.
Sebentar lagi, saya akan memasuki usia kepala tiga. Pergantian usia yang menjadi momen besar bagi sebagian orang, dan menjadi penanda bagi sebagian besar wanita untuk mulai membeli produk perawatan kulit dengan embel-embel 'anti-aging'. Di sisi lain, jelang usia tiga puluh bagi banyak orang diidentikkan dengan peralihan fase dari muda menjadi dewasa. Dewasa dalam hal bersikap, berperilaku, termasuk mungkin dewasa dalam penampilan dan dewasa dalam hal sudah mapan, entah dalam wujud pekerjaan, penghasilan, atau berkeluarga. Mungkin sebagian orang memasang target menikah di usia ini, atau membeli rumah, memiliki anak atau hal-hal besar lainnya.
Hey kau yang muda, jadilah berguna bagi dirimu dan sanak saudara. Sudahi saja pestamu dan luangkan waktu, melakukan sesuatu untuk masa depanmu.
Sepenggal lirik lagu dari salah satu band favorit saya, Silampukau, mengusik pikiran …