Skip to main content

Posts

Showing posts from 2014

Happy New Year

Beberapa menit lagi tahun akan berganti. Saya menghabiskan akhir tahun ini bersama Mr Defender dan anak-anak menonton acara tahun baru di Fox dan HBO, sementara pengasuh si Racun Api meminta izin untuk keluar bersama temannya untuk menonton kembang api. Beberapa bulan terakhir cukup berat bagi saya dengan berbagai perubahan karena kepindahan kami, namun saya merasa bahwa tahun depan saya pasti akan bisa mengatasinya. Mungkin ini semangat tahun baru? Mungkin juga.
Tahun depan, saya tidak membuat resolusi. Saya hanya ingin menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi, menikmati waktu saya di sini, menikmati perkembangan anak-anak saya, menjalani hidup yang santai. Mungkin tahun ini saya akan mendaftar program pascsarjana sendiri setelah diblacklist dari beasiswa. Mungkin saya akan belajar main biola lagi. Mungkin saya ingin menabung untuk liburan besar. Entahlah. Apapun itu, semoga tahun depan membawa banyak kebaikan dan kebahagiaan.

Life is Hard, yet Beautiful

Sejujurnya, saya merasa kesepian. Tidak ada teman-teman... tidak ada tempat bercerita dan bicara... Ditambah lagi saya sedang beradaptasi dengan lingkungan baru dan kantor baru serta menjadi ibu untuk dua orang anak.
Kemarin-kemarin, saya curhat panjang lebar kepada Ms Wedding Singer yang menceritakan perasaan beratnya saat memulai hidup di Samarinda. Saya sepenuhnya memahaminya karena saat ini saya juga sedang merasakan hal yang sama. Hidup bisa jadi terasa berat saat kita merasa asing dan sendirian. Namun bicara dengan teman yang memahami kita bisa meringankan perasaan itu.
Mr Defender saat ini sudah mulai bertugas keluar kota, dan saya merasa sepi. Ada seorang teman lama saya di sini, junior ketika saya aktif di mapala dulu. Dia selalu berusaha meluangkan waktu untuk saya, yang sangat saya hargai karena tanpanya pasti hidup saya jauh lebih sepi. Thanks, Pi!
Namun di antara semua perasaan berat itu saya berusaha mensyukuri segala berkah hidup yang lain: udara segar, pantai, anak-an…

Perubahan

Kata orang, satu-satunya hal yang pasti di dunia yang serba tidak pasti adalah ketidakpastian itu sendiri. Satu-satunya hal yang konstan di dunia ini adalah perubahan itu sendiri. Karena itu, tidak ada gunanya manusia menentang perubahan. Yang bisa dilakukan adalah mengalir mengikuti perubahan dan berusaha menghadapinya.
Saat ini, banyak perubahan yang sedang saya hadapi. Pindah tempat tinggal ke pulau lain, pekerjaan baru di kantor baru, kehadiran anak kedua, belum lagi kehilangan teman-teman lama. Yang terakhir mungkin yang paling berdampak bagi saya. Bayangkan, menghadapi segala perubahan itu tanpa adanya sahabat di sisi kita. Saya sangat merindukan Miss Pinky, Ms Doraemon, dan Ms Wedding Singer. Sama seperti saat saya pindah ke Samarinda dari Jakarta empat tahun lalu, saya merindukan Mr Cajoon, Miss Turquoise, Miss Sunshine... namun pada akhirnya semua teratasi. Jadi saya tahu pada akhirnya saya akan beradaptasi dengan perubahan ini, namun prosesnya memang butuh waktu.

Tarakan

Kami tiba di pulau kecil di perbatasan utara Indonesia ini seminggu yang lalu, dan walaupun kami berdua sudah cukup mengenalnya sebelum ini, tetap saja kami membutuhkan banyak penyesuaian. Hari-hari pertama kami tiba di sini diisi dengan mempersiapkan tempat tinggal dan mencari daycare untuk Mbak Rocker. Kami menemukan beberapa tempat dan Mr Defender memutuskan salah satunya akan menjadi tempat belajar baru Mbak Rocker.
Tempat tinggal kami berjarak sepuluh menit jalan kaki dari kantor, dan walaupun rumah ini tidak seratus persen sesuai dengan selera dan kebutuhan kami, saya merasa tenang bahwa setidaknya kami punya tempat bernaung selama setahun ke depan. Mr Defender sudah mulai bekerja sementara saya masih punya dua bulan ke depan cuti melahirkan untuk dinikmati bersama Mbak Rocker dan si Racun Api.
Saya dan Mr Defender memiliki banyak sekali harapan baik untuk keluarga kecil kami di pulau ini. Keputusan kami untuk pindah sebagian besar didasari keinginan membesarkan anak di lingkun…

Pindahan

Saat ini kami sekeluarga sedang sibuk berkemas mempersiapkan kepindahan dari Samarinda ke Tarakan. Barang yang kami bawa sebenarnya cuma pakaian dan buku serta sedikit barang anak-anak. Perabotan dan barang elektronik sebagian besar kami tinggalkan untuk teman yang akan menyewa rumah kami, sebagian lagi kami berikan kepada teman lain untuk kenangan. Ibu dan bapak saya sempat datang dari Jogja untuk menengok anak-anak dan membantu persiapan pindahan. Sebagian besar barang yang mau dibawa sudah kami kirimkan, sisanya akan kami bagasikan nanti sambil kami berangkat.
Segala kericuhan saat kami pertama kali tahu akan pindah sudah beres. Kami sudah mendapatkan tempat tinggal di sana, kontrak rumah sudah dibayar, dan agen penyalur babysitter juga sudah mengabari kalau dia berhasil mendapatkan pengasuh anak yang mau ikut dengan kami ke Tarakan, walau dengan gaji agak mahal. Ah, biarlah, pikir saya, yang penting ada dulu. 
Jadi kami menikmati hari-hari terakhir di kota ini sambil mengurus seg…

Kejutan

Bulan ini penuh dengan kejutan.
Pertama, operasi kelahiran anak kedua saya yang seharusnya bulan depan, karena alasan medis dijadwalkan dipercepat menjadi minggu depan! Oh la la! Saya sebenarnya senang sekali bisa lekas bertemu dengan si kecil, namun tak urung terselip juga sedikit kecemasan. Mudah-mudahan semuanya lancar, ya. Segala persiapan pun kami lakukan mulai dari sekarang: menyiapkan makanan beku untuk nanti sepulang dari rumah sakit, beres-beres rumah dan cuci baju bayi, sampai mengurus segala surat dan berkas asuransi. Selain packing tas rumah sakit tentunya, hehehe...
Lalu kami mendapat kejutan selanjutnya. Suami dan saya dipindahtugaskan ke kantor baru di Pulau Tarakan. Sebenarnya kami sudah tahu bahwa kami akan pindah, namun tidak menyangka akan secapat ini, dan pas sebelum kelahiran anak kedua. Untuk beberapa saat kami sempat panik, tapi akhirnya mereda setelah dua hari. Apa pun yang terjadi, yang terpenting kami bisa tetap bersama sebagai keluarga. Tentu saja, bayangan…

Tentang Menikmati Hidup

Saat ini, hidup rasanya sangat lengkap. Saya memiliki segala yang saya butuhkan, dikelilingi oleh orang-orang yang saya sayangi: suami, anak perempuan yang manis dan pintar, dan sebentar lagi akan menimang anak kedua. Saya punya teman-teman dekat yang menyenangkan: Ms Doraemon, Miss Pinky, Ms Wedding Singer... saya juga dikelilingi oleh orang-orang yang baik dan sangat memperhatikan saya selama kehamilan kedua yang sering ditinggal Mr Defender.
Tanpa bantuan orang-orang di sekitar, pastilah kehamilan ini akan terasa berat. Saya mengandung sambil mengasuh anak yang belum genap setahun, tinggal sendiri di rumah tanpa pembantu, dan suami saya bertugas ke luar kota berbulan lamanya. Namun selalu ada yang membantu saya, mulai dari teman-teman, sopir kantor, satpam kantor dan kompleks, sampai office boy dan cleaning service di kantor. Selalu ada yang menjemput saya ke rumah saat saya sudah sulit naik kendaraan sendiri, mau dimintai tolong ini itu, menemani saya saat akhir pekan, membantu a…

Happy Birthday, Rocker!

Kemarin, Mbak Rocker berulang tahun yang pertama. Tak terasa ya, bayi mungil itu kini sudah tak begitu bayi lagi. Melihat dirinya yang saat ini, sudah lancar berlari, sudah bicara sepatah-patah, sudah makin lucu, cantik dan pintar, hati saya rasanya penuh oleh bahagia. 
Kami tidak membuat pesta ulang tahun atau perayaan apa pun karena dua bulan yang lalu kami merayakan tedhak siten atau turun tanahnya yang pertama. Sebagai orang Jawa, saya memang suka dan merasa berkewajiban untuk nguri-uri kabudayan agar tak hilang ditelan zaman. Kemarin siang, saya memang pergi ke mal dengan dua sahabat saya, Miss Doraemon dan Miss Pinky, merayakan setahun saya menjadi ibu. Sore harinya saya dan Mr Defender membelikannya sepeda dan merayakan di rumah dengan sederhana: makan nasi kuning bertiga. Mbak Rocker berceloteh, nanana, tatata, anabapa anamama. Lalu mencoba sepeda. Mbak Rocker tertawa-tawa bahagia.
Anakku, sehat dan bahagia selalu ya. Alangkah bangganya ibu melihatmu tumbuh besar, cantik semp…

Menikmati Hal-Hal Kecil...

... seperti kepulangan suami setelah sekian lama bertugas di luar kota. Martabak terang bulan coklat keju yang selalu mengingatkan saya akan masa kehamilan pertama di mana kami sangat bokek dan mengumpulkan recehan di mobil untuk membeli martabak sebelas ribu. Mengecat rumah dengan warna terang yang membawa hoki. Leyeh-leyeh sambil nonton serial-serial Disney Junior, lalu melihat Mbak Rocker menarikan dansa hotdog bersama Mickey Mouse, mencengangkan! Mengobrol bersama teman kubikel sebelah tentang hal-hal paling random, sembari menyelesaikan pekerjaan masing-masing. Mencuri waktu kencan ketika suami konsinyering di hotel, menginap di sana bersama Mbak Rocker, lalu berbelanja buku anak-anak di mal sebelah. Menengok Ms Wedding Singer yang baru melahirkan anak kedua di rumah sakit. Menemani teman-teman mencari kado di toko bayi, melihat sejuta barang imut yang menggemaskan. Menikmati eskrim kesukaan yang biarpun kata beberapa orang nggak enak karena susunya dikit, tapi saya suka!
Sesung…

Anniversary

This year we're turning two. Rasanya seperti baru kemarin ijab kabul, tahu-tahu tahun ini sudah dua tahun kami berumah tangga dan sudah menanti kehadiran anak kedua. Alangkah cepat waktu berlalu, alangkah jauh juga perjalanan yang telah ditempuh. Banyak doa baik yang dipanjatkan, banyak harapan yang masih ingin diwujudkan, perjalanan masih panjang. Namun hari ini kami berhenti sejenak untuk merenung dan bersyukur atas nikmat pernikahan yang kami rasakan dua tahun ini. 
Bersyukur bahwa kami saling memilih satu sama lain untuk menghabiskan sisa hidup bersama. Bersyukur atas segala berkah dan kecukupan rezeki. Bersyukur memiliki buah hati yang menjadi pengobat lelah di akhir hari dan semangat menjalani hari setiap pagi. Bersyukur atas cinta yang diberikan satu sama lain.
Semoga ada berpuluh anniversary yang masih menanti. AMIN.

Pelajaran Ibu

Sungguh ajaib rasanya menjadi ibu. Saat bayi kita dilahirkan, kita juga lahir sebagai ibu. Bukan berarti sebelum jadi ibu perempuan itu tidak sempurna, sama sekali tidak begitu. Hanya saja, si ibu dalam diri perempuan itu belum lahir. Saat bayi lahir, sosok sang ibu pun lahir ke dunia. Dan perjalanan pembelajaran seumur hidup pun dimulai.
Banyak hal yang diajarkan semesta sejak saya menjadi seorang ibu. Baik itu kemampuan 'teknis' seperti cara memerah dan menyimpan ASI, membuat makanan bayi, mengganti popok, memandikan anak, dan printilan lainnya, sampai hal-hal lain: betapa damainya memandangi anak yang tertidur pulas, betapa nikmatnya rasanya mencium aroma minyak telon dari ubun-ubun anak kita, betapa berharganya punya waktu memanjakan diri barang lima belas menit untuk mandi lulur saat anak kita sudah tidur lebih cepat.
Banyak juga sisi lain yang saya pelajari: 'persaingan' menjadi orang tua terbaik dengan berbagai versinya, perasaan dihakimi oleh ibu-ibu lain, ketak…

Menjadi 27

Kemarin, saya tiba di rumah tepat waktu untuk merayakan ulang tahun saya yang ke-27 setelah selama seminggu berada di Yogya bersama keluarga. Mr Defender juga baru tiba di rumah sehari sebelumnya setelah bertugas di luar kota sebulan lamanya. Tidak bisa lebih sempurna lagi, kan? Sesungguhnya saya tidak banyak berharap di hari ulang tahun ini, apalagi karena Mr Defender juga pasti lelah setelah perjalanan. Namun ternyata Mr Defender sudah menyiapkan kejutan untuk saya tengah malam tadi, dan saya sangat berterima kasih atas usahanya yang luar biasa.
Setelah merayakan tepat tengah malam tadi dengan kejutan kecilnya (untungnya Mbak Rocker tidur nyenyak!) kami tidur kembali dan merayakan lagi di pagi harinya bersama Mbak Rocker, sarapan nasi kuning. Mbak Rocker masih kelelahan setelah perjalanan, jadi saya memutuskan untuk menemaninya di rumah dan mengambil hari libur untuk diri sendiri setengah hari. Siang harinya Miss Doraemon dan Miss Pinky serta beberapa teman saya yang lain memberika…

Kabar Mbak Rocker

Kehamilan saya yang kedua ini berjalan dengan lebih mulus dibandingkan saat hamil pertama di mana saya muntah-muntah terus. Mungkin karena si adik tahu dia harus berbagi dengan kakaknya, ya... Si kakak sendiri sejauh ini pengertian sekali... makin pintar dan mandiri. Selain sudah mulai makan (saya memberi dia bubur dan sayur sop saja, nggak pakai puree-puree ala ibu-ibu masakini, praktis!) dia juga sudah mulai merangkak ke mana-mana bahkan mulai berdiri. Giginya pun sudah mulai tumbuh, manis sekali.
Kami memutuskan untuk tidak lagi menggunakan jasa pengasuh anak pulang pergi yang sebelumnya kami pakai. Alasannya karena sering nggak datang sehingga saya harus sering bolos kerja atau membawa Mbak Rocker, panggilan sayang kami, ke kantor. Saya akhirnya mencari tempat penitipan anak dan menemukan satu yang sesuai dan letaknya tidak jauh dari kantor saya sehingga saya mudah untuk mengantar jemputnya.
Di hari-hari awal meninggalkan kakak di sana, saya menangis, sama seperti ketika pertama …

Syukur

Terima kasih, Tuhan, atas nafas yang masih Kauberikan, kehidupan dalam raga yang sehat, suami yang baik dan penuh perhatian, anak yang sehat lucu dan sempurna, keluarga yang rukun, rumah tempat bernaung yang damai. Terima kasih atas hari yang cerah, matahari yang hangat, makanan yang cukup dan nikmat, teman-teman yang baik dan menyenangkan.
Terima kasih atas kesempatan menjadi ibu seorang putri yang luar biasa dan adiknya di dalam kandungan. Terima kasih Kauberikan putriku kesehatan, kecerdasan, dan keceriaan. Setiap melihat senyumnya, segala lelah dan sedihku rasanya lenyap untuk sesaat. Terima kasih atas sececap surga Mu di dunia ini, Tuhan.

Rencana Semesta

Tahun ini diawali dengan kejutan yang tak disangka-sangka: testpack positif. Sebenarnya kami tidak berharap untuk cepat-cepat menambah momongan, terutama karena kondisi rahim saya setelah kelahiran Mbak Rocker, kami belum tahu apakah aman untuk secepat ini saya hamil lagi. Namun setelah berkonsultasi dengan dokter kandungan kami dan dinyatakan aman, keterkejutan kami berubah menjadi kebahagiaan dan syukur tak terkira, begitu indahnya rencana semesta, bahkan tanpa harus meminta dan berusaha saya diberikan rezeki hamil lagi secepat ini.
Melihat Mbak Rocker yang sedang gembil-gembilnya mulai belajar bertumpu pada tepian tempat tidur dan berusaha berdiri, rasanya saya sering takut tak mampu menyediakan cukup kasih sayang untuknya ketika saya nanti punya dua orang anak. Namun semua ibu di sekeliling saya berkata, cinta seorang ibu tak akan habis dibagi berapa pun buah hatinya. Mr Defender membesarkan hati saya agar saya lebih santai dan pasrah menghadapi segala hal. Tentu dia paling memah…