30 August 2012

Pencarian

gambar dari sini
Selama engkau yang aku cari, aku tak akan tersesat. Selama aku menuju engkau, engkau akan menemukanku, mengecupku dan memeluk hatiku.

Mereka bilang aku lari darimu. Hanya engkau yang sungguh mengerti betapa aku merindumu. Betapa aku ingin engkau dan aku tak berjarak. Betapa aku mencintaimu.

Jika engkau mengerti dan engkau pasti mengerti, cukup bagiku. Damai jiwaku hanya dengan mengingatmu.

27 August 2012

the pillow talk


You know what?
What?
I'm so afraid you'll leave me someday.
Why on earth you're thinking I'm gonna leave you?? I mean, I should be the one who worry. All the girls are longing to be your girl. You know I hate to say this but you're a hard ten, you make me feel ugly all the time.
You're the prettiest girl I've ever met but hey, back to the point... You're so perfect to me and I know I would never find someone like you again and even if that someone like you is really exist I don't want her because she's not you, and I know I couldn't live this life we're living with someone else.
That's sweet but I don't really understand your point. And why it sounds like we're arguing when we actually are cuddling?
I don't know. I think I just love you too much and I never want to lose you.
Ok, that's weird. Go back to sleep.

tentang cinta yang ditolak dan yang tak kesampaian

Jangan dikira cinta datang dari keakraban yang lama dan pendekatan yang tekun. Cinta adalah awal kecocokan jiwa, dan jika itu tidak pernah ada, cinta tak akan pernah tercipta dalam hitungan tahun bahkan milenia.
(Kahlil Gibran)


06 August 2012

pernah suatu kali terasa

Mandalawangi, Juni 2005
ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke Mekkah
ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Miraza
tapi aku ingin habiskan waktuku di sisimu sayangku
bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu
atau tentang bunga-bunga yang manis di Lembah Mandalawangi
ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di Danang
ada bayi-bayi yang mati lapar di Biafra
tapi aku ingin mati di sisimu sayangku
setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya
tentang tujuan hidup yang tak satu setanpun tahu
mari, sini sayangku
kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku
tegakklah ke langit atau awan mendung
kita tak pernah menanamkan apa-apa,
kita takkan pernah kehilangan apa-apa.
(Soe Hok Gie)

j.u.b.i.n.g

Akhir pekan yang lalu, Mr Defender mengajak saya menghadiri sebuah acara coaching clinic gitar berundangan terbatas yang menghadirkan beberapa gitaris ternama tanah air. Salah satunya adalah solo gitaris yang semua albumnya saya beli: Jubing Kristianto.

Saya sangat bersyukur bisa menghadiri acara ini karena demi langit dan bumi, Jubing ini jaraaaang banget tampil di acara konser, roadshow dan sebagainya. Bahkan sewaktu masih tinggal di pulau Jawa saja saya belum berkesempatan nonton Jubing main gitar live. Tapi di sini, di kota kecil ini, saya akan menyaksikannya pertama kali, dengan jarak sangat dekat dan audience yang terbatas pula. Terima kasih suamiku, aku terharu. Hahaha.

Acaranya seru banget lah ya, banyak solo gitaris keren dari Samarinda, ada Andry Muhamad yang luar biasa ramah pada fansnya, Gugun yang ternyata tidak terlalu menyenangkan sebagai pribadi, ada yang lain-lain tapi yang paling mengesankan bagi saya adalah pertemuan dengan Jubing. 

Jubing, di luar prestasinya yang luar biasa dan skill gitarnya yang dewa, adalah pribadi yang sangat-sangat humble. Saya berkesempatan untuk bertanya macam-macam dan Om Jubing menanggapi semuanya dengan sama bersemangatnya seperti saya. Saya menunjukkan kepadanya CD-CDnya untuk ditandatangani dan ekspresinya adalah... "Wow... Ini semuanya punya kamu? Kamu beli semua CD saya?" Saya mengangguk. "How come? Di kota ini bahkan tidak dijual." Dan saya bercerita bahwa saya sengaja membelinya di Jakarta, di Balikpapan, dan di dalam penjualan in flight saat saya bepergian naik pesawat. Saya sengaja naik Garuda karena saya tahu ada CD Jubing dijual di sana. And I don't even play guitar, Om.

"Terima kasih ya." Itu kalimat yang sangat berarti untuk saya, yang sejak seminggu yang lalu menebak-nebak Jubing ini orang yang seperti apa.

Lalu Om Jubing menceritakan kepada saya sebuah kisah yang sudah saya ketahui dari albumnya. Dia meninggalkan karir jurnalistik saat sudah memiliki jabatan, di umur 40 tahun pula, untuk menjadi musisi. Karena musik adalah panggilan jiwanya. Dan dia yakin bisa hidup dengan gitarnya, gitarnya bisa menghidupinya.

Kisah yang sudah saya baca berulang-ulang, namun tetap menginspirasi, terlebih ketika diceritakan langsung olehnya. "Jangan pernah takut menjalani panggilan hidupmu, berapapun usiamu saat mulai. Tapi, harus berhitung juga, jangan nekat."

Bagi saya, sore itu sempurna dan sangat memperkaya jiwa.

Terima kasih Om Jubing, terima kasih Mr Defender, terima kasih Mbak Intan, Andy Owen, dan Samarinda Gitar Aliansi yang menjadikan segalanya menjadi mungkin sore itu. I love you to pieces.