Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2012

I should have bought ya flowers, he said.

Beberapa hari (atau pekan) yang lalu saya mengobrol lama dengan Mr Summer tentang banyak hal, sampai kemudian tibalah kami pada satu topik yang tidak pernah kami bicarakan: kegagalan hubungan kami di masa lalu.

Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya, perpisahan dengan Mr Summer merupakan salah satu titik yang rasanya sukar diabaikan dari hidup saya, saking hancur leburnya perasaan saya waktu itu. Sekarang sih tentu saja perasaan sakit dan terluka itu sudah sembuh, buktinya kami sudah berteman baik lagi.

Kemudian kami membicarakan perempuan itu. Lucunya, saya bisa tersenyum mengingatnya. Lalu Mr Summer berkata, hey, aku minta maaf.

Kenapa? Karena memilih dia dibandingkan aku? It's ok, you can't force love.




No I didn't sorry for the things I've done. I'm sorry for those things I didn't do.

Alis saya terangkat. Hal-hal seperti apa?

I loved you, you know that. Before her, I loved you first. Entah apakah kamu sadar, but I did love you. Kamu tahu fase di mana kamu …

pandora

Kumampatkan seluruh isi kota ke dalam sebuah botol,
namun tak pernah aku sanggup melemparnya ke laut.
Kubiarkan dia diam di pojok laci,
hingga kaca-kacanya berdebu.

Jika nanti suatu hari,

aku tak sengaja melepaskan sumbatnya,
biarlah berhamburan isinya.
Di dalamnya ada sepotong coklat,
darimu di hari Valentine pertama kita.
Harum parfummu;
tertinggal di rajutan sweter hitam itu.