19 March 2012

25


Umur saya sekarang 25. Tua? Ah yang penting hati tetap abege (bukan labil) hehehe. Ulang tahun kali ini lumayan berkesan untuk saya karena untuk pertama kalinya Mr Defender ngasih saya BUNGA (penting banget hahaha). Padahal selama bertahun-tahun saya selalu nyinyirin dia bahwa saya nggak pernah dikasih bunga tapi dianya lempeng aja, nggak tergerak sedikit pun untuk ngasih, hehehe. 

Tahun ini, saya dikasih bunga, rangkaian mawar merah hati, merah darah, pink, dan bunga morning glory, dibangunkan jam 12 malam teng, dan mendapat kado yang saya inginkan: sepatu olahraga baru berwarna ungu unyu-unyu :) Ini juga pertama kalinya saya mendapat kado ulang tahun dari Mr Defender selama empat tahun ini, hahaha. Senaaang :D

Paginya sewaktu saya mengecek ponsel, ada beberapa sms dari orang-orang terdekat saya yang membuat saya terharu. Sangat. Mengapa saya terharu? Karena saya nggak punya facebook yang artinya orang-orang ini ingat ulang tahun saya bukan dari notifikasi facebook, tapi karena mereka ingat, entah dari reminder ponsel atau mereka memang merekamnya di memori. Walaupun sejujurnya ulang tahun bukan hal besar untuk saya, dan tanpa mengecilkan arti persahabatan dengan mereka yang tidak ingat, tapi membahagiakan bahwa ada yang mengingat hari itu tanpa mengandalkan media sosial. Huhu.

Lalu keesokan harinya, setelah mendapat ucapan selamat lewat telepon dari keluarga saya di Jogja, saya merayakan ulang tahun dengan teman-teman kos, hal yang sudah lama saya rencanakan untuk mengisi ulang tahun saya. Karaoke, makan-makan, jalan bareng muterin mal dan segala hal paling standar di hari ulang tahun, dan dapat kado-kado lagi. Oh, alangkah manisnya teman-teman!

Besoknya lagi, mengadakan pesta kecil di rumah Mr Defender dengan nasi kuning buatan rumah, mengundang beberapa teman kantor dan teman-teman dekat saya, sekitar 10 orang saja, dan acaranya ternyata sangat seru. Tanpa kecanggungan, tanpa ada seorang pun yang tampak mojok kesepian (hal yang saya sesali di pesta tahun baru kemarin: saya seharusnya tidak mengundang terlalu banyak orang), semuanya membaur dan semuanya senang. Hal yang paling saya inginkan di acara ulang tahun saya.

Dan ya, saya dapat banyak hadiah dari teman-teman. It's sweet, really. I don't even expect it.

Thank you!

01 March 2012

Dandan = Rempong?


Sebenarnya sih, saya udah pernah menulis tentang dandan-dandanan ini. Dan sudah sering juga geregetan sambil manggut-manggut setuju setiap baca posting Okke Sepatumerah yang bercerita tentang masalah dandan-dandan ini. Tapi karena lagi hangat topik ini di sekitar saya, jadinya saya mau menulis lagi tentang ini (alasan sebenarnya sih biar postingnya bisa genap 25 aja sih hehehehe).

Sama seperti Okke, saya juga kenyang kok dinyinyiri soal dandan. Padahal ya, percayalah saya nggak dandan lengkap setiap hari. Paling cuma pakai foundation/bb cream lalu bedak dan blush on. Kalau lagi terburu-buru malah cuma two way cake dan blush on. Pensil alis, nggak pernah (karena alis sudah setebal dosa). Maskara dan eye liner sesekali aja kalau lagi banyak waktu. Plus lipstik, karena bibir saya hitam macam perokok, hehehehe.

Udah, gitu doang. Tapi tetap ya, dari jaman kuliah sampai sekarang nih, adaaaaa aja cobaan dari kaum nyinyir sekitar. Mulai dari yang absurd macam "cie cie rempong banget sih bo" sampai yang terang-terangan nyela macam "ke kantor aja dandan kayak mau ke mal aja" juga yang nggak jelas apakah nyela atau iri semacam "kalau single sih emang sempat ya dandan, kan belum laku".

Itu baru soal dandanan ya, belum lagi soal baju. Dari dulu saya kenyang dinyinyiri akan kesukaan saya memakai dress lucu dan sepatu-sepatu cantik. Sekarang pun begitu. Sampai-sampai saya putus asa dan menganggap itu pujian terselubung. Terserah lo deh mau ngomong apa. Gak ngaruh juga ke hidup gue. Beli baju juga duit-duit gue kenapa lo yang sewot.

Capek juga sih melayani mereka yang nyinyir ini. Saya dulu sih sewot dan gemas, dan sering pengen membalas kenyinyiran itu, misalnya kalau mereka bilang "dandan itu cuma buat cewek feminin yang manja dan nggak tangguh" atau "dandan itu cuma ngabisin waktu dan duit" atau "dandan itu cuma buat cewek bego" pengen rasanya bilang "Helloooo... nggak lihat tuh Anna Kournikova kurang tangguh apa? Titi Sjuman itu kurang keren apa? Dan Natalie Portman itu lulusan Harvard loh."

Tapi sekarang, rasa-rasanya saya kok malah kasihan ya sama mereka yang berpenampilan kucel trus nyela mereka yang dandan (kalau mereka yang dandan nyela yang kucel sih, walaupun mengesalkan tapi masih bisa dilihat silogismenya ya). Kasihan banget, karena itu justru semakin menunjukkan bahwa sebetulnya dia itu insecure, merasa tersaingi dan terancam oleh mereka yang dandan sampai perlu membuat statement-statement menjatuhkan seperti itu. Yang ujungnya, hal itu nggak akan membuat mereka lebih baik, malah sebaliknya (udah dekil, kucel, dengki dan nyinyir pula, siapa yang percaya kalau dia punya inner beauty?). Ya nggak sih?

Saya nggak selalu dandan. Dan saya nggak merasa paling cantik sedunia. Saya dandan karena merasa nyaman tampak cantik (menurut saya sendiri), saya berpakaian rapi di kantor karena menghargai pekerjaan saya (bukan buat menggoda cowok, plis deh), saya berusaha selalu tampil enak dilihat karena itu memberikan saya perasaan puas pada diri sendiri dan membuat mood saya lebih baik. Kalau ada yang salah dengan itu ya maaf. Kalau saya dianggap dandan mentang-mentang belum laku, yah nggak apa deh, mudah-mudahan sih setelah nikah pun saya masih dandan seperti sekarang, nggak berubah jadi dekil mentang-mentang udah laku. Amin.

Jadi mending dandan atau nggak? Ya terserah lo, gitu aja rempong.