Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2009

Swarna Bhumi

Hijau dan biru yang surgawi, secuil firdaus yang dilemparkan ke bumi.
Gugusan gunung di antara mega-mega, kelok sungai bercahaya ditimpa matari senja, sungguh cantikmu, Sumatra.
Tanah para lelaki pejuang. Tanah para pemberani. Tanah bidadari berparas cahaya.
Embun membalut fajar pagimu, dan rintik hujan menerpa siangmu, aduhai indahmu, Sumatra. Hutan dan gajahmu, cantiknya harimaumu, dan bunga anggrekmu. Aku jatuh cinta di pandang pertama.

Bintaro Blok M PP

Kampus Bintaro direnovasi, jadi sebagian mahasiswa termasuk saya harus kuliah di Kampus Blok M. Ya ampun, keluh saya. Saya kan nggak ada kendaraan, trus gimana dong saya berangkat ngampusnya? Males banget nggak sih. Krik krik.
Mr Cajoon juga termasuk yang kuliah di Blok M sih, biasanya juga kalau kuliah umum yang sekali sebulan itu saya nebeng dia. Sekarang tapi kan kami beda kelas, kalau pas sama-sama ada jadwal ya bisa aja sih bareng...kalau enggak? Mana mungkin dia mau bolak balik Bintaro Blok M demi antar jemput saya? Saya yang bakal keselek kalau dia begitu.
Kalau naik kendaraan umum, duh bakal banyak keluar ongkos plus tua di jalan deh. Dari Bintaro yang langsung Blok M kan cuma kopaja 613 yang lambat kayak si komo. Kalau mau cepat harus ganti tiga kali plus sambung bajaj deh. Ampun.
Uff, saya harus mikir serius bagaimana menjalani kuliah semester ini. Kemarin Mr Mountainbike mengajak saya mencoba hunting kosan di daerah Purnawarman sana, cuma ya ampun, mahalnya ampun-ampun deh…

Maaf...

kepada semuanya. untuk spedometer semangat saya yang terus menurun dalam setengah tahun ini.

maaf untuk teman-teman sekelompok saya di perkuliahan, atas segala kinerja dan sumbangsih yang tak pernah maksimal. sungguh, tak pernah, bukannya hampir tak pernah. maafkan kalau saya jadi sama rendahnya dengan mereka yang bikin PT KAI rugi dengan tak bayar karcis kereta api alias free rider. maaf, maaf, maaf.
maaf untuk bapak dan ibu dosen, khususnya dosen-dosen semester ini, yang begitu antusias dan penuh dedikasi. maaf untuk tidak menghargai perjuangan bapak mengendarai kuda besi dari kelapa gading ke bintaro, untuk pengorbanan bapak yang lain lagi bermain sirkus dengan waktu sebab jadwalnya yang padat, dan bapak ibu yang lain yang tak kalah menginspirasi, maaf jika semua itu hanya terbalas dengan tatapan kosong dan pikiran yang entah kemana melajunya. eh, tapi mungkin juga saya ge-er, memangnya mereka datang cuma buat saya?
maaf untuk stapala. yang dulu jadi salah satu alasan yang memangg…