Skip to main content

Posts

Irisan Kecil Kebahagiaan

Bahagia itu sederhana, kata orang. Hidup nikmat itu gampang.
Sejak dulu saya suka membuat list hal-hal yang membuat saya senang, hal-hal yang pantas saya syukuri, dan semacamnya. Kadang isinya hal-hal besar, kadang juga hal kecil.
Awal tahun ini, saya memutuskan untuk kembali menulis hal-hal yang membuat saya senang dan saya syukuri, my thin slices of joy, semacam gratitude journal gitu, tetapi kali ini setiap hari. Benar-benar setiap hari. Biasanya begitu saya bangun pagi, sebelum mengerjakan apa pun, atau malam hari sebelum tidur.

Isinya sederhana saja. I'm thankful for a delicious lemon zest I made today. I'm thankful that my kids are bathed, fed, and now sleeping peacefully. I'm thankful that yesterday I madeit to the office on time. I really love Stitcher episode today. Hal-hal paling random, hal-hal yang sebelumnya tidak saya tulis ke dalam gratitude journal karena terlalu remeh temeh.
Ada yang bilang bahwa momen-momen dan hal-hal yang sederhana adalah yang membuat …
Recent posts

Year In Review

Hari ini adalah hari kerja terakhir di tahun 2017, dan kantor sudah mulai sepi karena sebagian besar pegawai sudah mengambil cuti sejak akhir pekan sebelum natal. Anak-anak sudah libur sejak dua minggu yang lalu, jadi mereka setiap hari saya bawa ke kantor. Rusuh? Pastinya. Tetapi untungnya karena kantor sudah sepi (banget!) jadi relatif tidak ada yang terganggu. Apalagi di kantor juga sedang ada proyek renovasi, jadi berisiknya tak tek tok palu tukang bangunan mengalahkan teriakan si Racun Api, hahaha.

Tahun ini saya menutup tahun dengan perasaan yang lebih ringan dibanding tahun lalu atau tahun sebelumnya. Sejak pindah ke pulau kecil ini, dengan kantor kecil dan jumlah pegawai yang lebih sedikit, saya memang menjadi sangat sibuk sehingga saya hampir selalu kelelahan di akhir tahun. Tahun ini, berbeda dengan yang lalu-lalu, saya memang mengurangi banyak kesibukan (termasuk menutup usaha) dan menghindari perjalanan dinas ke luar kota kecuali benar-benar urgen, dan hasilnya, saya mera…

Ibu Bekerja

Walaupun saya sudah pernah memutuskan bahwa saya tidak akan mengejar karir (setidaknya tidak di kantor yang sekarang), namun tetap saja saya harus bekerja setiap hari karena kami belum punya cukup uang untuk membayar ikatan dinas, dan juga tentunya karena kami masih butuh penghasilan dari dua orang. Singkatnya, alasan utama saya bekerja adalah untuk penghasilan, bukan aktualisasi diri, apalagi passion.
Tentu saja saya berharap suatu hari bisa bekerja sesuai passion, (atau berhenti kerja dan mengejar passion? Apa bedanya ya?) tetapi untuk saat ini pilihan saya hanyalah tetap kerja. Menyedihkan ya mungkin, hahaha, tapi saya lumayan menikmati pekerjaan yang sekarang karena beban kerjanya tidak terlalu besar (walaupun repot, tapi tanggung jawab saya tidak terlalu banyak) dan memberikan saya waktu yang lebih fleksibel untuk mengurus anak-anak. Jadi yah win-win lah. Kondisi yang (untuk sementara) ideal.
Lalu kemudian saya tiba-tiba nggak punya baby sitter, disusul dengan hamil lagi dan kon…

November Rain

Sebulan ini hujan sedang rajin-rajinnya dan deras-derasnya turun, ditambah dengan petir dan angin yang lumayan mendebarkan khususnya karena keluarga kami tinggal di pulau kecil. Cuaca dingin membuat anak-anak jadi mudah kena pilek, apalagi Mbak Rocker baru saja sembuh dari sakit. Bulan ini juga Mr Defender masih bertugas di luar kota sehingga saya harus sendirian menerpa badai kehidupan, hahaha.

Cukup banyak momen  meltdown yang saya alami bulan ini, khususnya karena saat ini saya sedang menjalani kehamilan ketiga yang beda dengan dua kehamilan sebelumnya, luar biasa menguras energi. Seakan-akan setiap jam empat sore baterai saya sudah habis ke titik nol sehingga saya tidak punya energi lagi untuk menemani anak-anak main, mengerjakan PR, apalagi membuatkan makanan dan mengurus rumah. Syukurnya anak-anak juga lumayan pengertian.

Di sisi lain bulan ini juga menyenangkan karena cuaca jadi adem, saya tidak perlu kepanasan hamil-hamil begini. Karena saya mudah kelelahan jadi sepulang kant…

Rocker Berjadwal Padat

Akhirnya tiba juga saat yang sudah dua bulanan ini saya takutkan: Mbak Rocker jatuh sakit. 
Mengapa saya sudah khawatir (dan menduga) dia akan sakit? Sebenarnya sebagian besarnya, ini salah saya sebagai ibunya. Sejak kira-kira tiga bulanan yang lalu, tiba-tiba Mbak Rocker tertarik untuk mengikuti banyak kegiatan setelah sekolah. Marching band dua kali seminggu, eskul agama di sekolah seminggu sekali, Pramuka, dan mengaji. Belum lagi dia juga minta ikutan latihan taekwondo di kantor kelurahan dekat rumah. Tetapi yang terakhir tidak saya kabulkan karena jadwalnya sudah terlalu padat.

Awal bulan ini marching band-nya akan tampil dalam acara HUT TNI sehingga sejak sebulan sebelumnya dia latihan setiap sore sepulang sekolah selama tiga jam, selama hampir tiga minggu. Belum lagi kegiatan-kegiatannya yang lain, yang mana susah sekali melarang Mbak Rocker berangkat. 
Walau dengan khawatir, saya melepaskan juga Mbak Rocker dengan segala kegiatannya karena dia tampak senang dan menikmatinya. L…